Ads 200x200

Ads 200x200

21 October 2012

contoh laporan eksperimen fisika dasar 1

Ahmad Ropandi | 21 October 2012Sunday, October 21, 2012 |


CONTOH MAKALAH EFD 1 ARCHIMEDES
Sumber : buku-buku upi


I.                 PENDAHULUAN
a.      Tujuan praktikum:
Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair berdasarkan hukum Archiides.
b.     Landasan Teori
Massa jenis merupakan suatu harga yang menunjukkan perbandingan antara massa tiap satu satuan volume. Dalam ekspresi matematika, perbandingantersebut adalah :
Keterangan:
)
)

Hukum archimides berbunyi, “setiap benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya kedalam fluida, akan mendapat gaya keatas sebesar berat fluida yang dipindahkan benda itu”. Dalam ekspresi matematika hukum archimides dapat ditulis:
Keterangan:

      Kita dapat menurunkan hukum archimides tersebut untuk menentukan massa jenis benda, dalam ekspresi matematika ditulis sebagai berikut:

Keterangan:

II.               PROSUDUR PERCOBAAN
a.      Alat dan Bahan
1.     Jangka sorong .
2.     Beaker glass(4 buah).
3.     Slinder berrongga, berpengait, pejal.
4.     Kubus materi.
5.     Neraca ohauss.
6.     Lup.
7.     Gelas ukur(4 buah).
8.     Aerometer.
9.     Air, minyak goreng, spritus, gliserin.

b.     Prosuudur percobaan
Percobaan I:
1.     Menyediakan alat dan bahan.
2.     Mengkalibrasi semua alat ukur yang akan digunakan.
3.     Menggunakan lup, agar pengamatan yang dilakukan lebih cermat, perhatiksn posisi pengamatan.
4.     Mengukur diameter luar, diameter dalam, tinggi silinder berongga, kedalaman silinder berongga dengan menggunakan jangka sorong (masing-masing 5 kali pengukuran).
5.     Mengukur massa jenis air dengan menggunakan aerometer untuk satu kali pengukuran.
6.     Menimbang berat silinder di udara dan di dalam zat cair dengan menggunakan neraca ohauss (masing-masing 5 pengukuran).
7.     Membersihkan semua alat yang telah digunakan.

Percobaan II:
1.     Menyediakan alat dan bahan.
2.     Memperhatikan skala nol alat ukur sebelum digunakan.
3.     Menggunakan lup agar pemnagamatan lebih cermat, dan memperhatikan posisi pengamatan.
4.     Memasukan zat cair dalam gelas ukur, menggunakan gelas ukur yang berbeda untuk setiap zat cair yang digunakan.
5.     Mengukur massa jenis tiap zat cair yang tersedia dengan menggunakan aerometer. Membersihkan aerometer setelah digunakan pada setiap gelas dengan zat cair yang berbeda.
6.     Menghitung volume benda yang akan digunakan dengan jangka sorong.
7.     Menimbang  massa benda di udara dan di dalam zat cair dengan menggunakan neraca ohauss.
8.     Membersihkan benda dan menggunakan beaker glass yang berbeda untuk setiap zat cair yang berbeda.
9.     Melakukan langkah 2-7 untuk sejumlah zat cair yang tersedia.
10.  Membersihkan semua alat yang digunakan
Percobaan III:
1.     Menyediakan alat dan bahan.
2.     Menyediakan juga macam-macam benda homogen yang bentuknya berbeda-beda tapi terbuat dari jenis bahan yang sama ( sama).
3.     Menghitung masing-masing volume dari benda yang digunakan dengan menggunakan jangka sorong.
4.     Mengukur massa jenis fluida yang digunakan dengan aerometer.
5.     Menimbang berat benda di udara (W) dan dalam zat cair (W’) (masing-masing 5 kali pengukuran).
6.     Membersihkan semua alat yang telah digunakan.




III.             DATA PERCOBAAN
Parameter
Sebelum eksperimen
Sesudah eksperimen
Temperatur(
Tekanan udara(
68,52 cm hg
68,52 cm hg

a.      Percobaan pertama: menentukan volume slinder berongga.

b.     Percobaan kedua: menentukan massa jenis zat cair melalui hukum Archimedes
c.      Percobaan 3: Menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki hubungan antara (W-W’) dan volume benda.
Massa benda di udara(gr)

Massa benda di dalam fluida(gr)
IV.            Pengolahan Data
a.      Percobaan pertama : menentukan volume slinder berongga


Ketidakpastian volume benda dengan menggunakan jangka sorong
∆V=
Jadi volume benda yang yang pengukurannya menggunakan jangka sorong adalah
Menghitung volume menggunakan hukum Archimedes
FA = W - W' …………… (1)           FA = V ρf g ……………..(2)
Substitusi persamaan 1 dan 2
V =  =
Ketidakpastian hukum Archimedes
∆FA=
Gaya Archimedes adalah Fa = (109,65 ± 0,42 ) gr.m/s3
Jadi, volume benda menggunakan hukum Archimedes adalah 
FA = V ρf g
V =  =  
=  =  = 11,34 cm3
Ketidakpastian volume benda dengan menggunakan hukum Archimedes
∆v = ( + (  
∆v = | |  + (  
 =

Volume benda menggunakan jangka sorong
Volume benda menggunakan Hk Archimedes





b.     Percobaan2: Menentukan massa jenis zat cair dengan hukum Archimedes
Volume benda silinder berongga :

·       Massa jenis air
·       Massa jenis minyak goreng

·       Massa jenis spirtus
·       Massa jenis gliserin
·  
·  


Jenis Fluida

Air

Minyak Goreng

Gliserin

Spirtus


2


Silinder Pejal
86.24


429.54

86.91
86.24
84.82
85.33


3


Kubus
84.38


421.44
84.39
84.29
84.29
84.09
4
Silinder berongga berpengait
120.41
601.18

120.42
120.21
120.12
120.02
5
Silinder pejal berpengait
114.79
572.76

118.05
113.11
112.71
114.1

·       Perhitungan menggunakan grafik
Grafik W-W' terhadap = f(ρf) (excel)

c.      Percobaan 3: Menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki hubungan antara (W-W’) dan volume benda.


·       Volume Silinder Berongga      
Diameter dalam                        = (1,001 ± 0,01) cm
Diameter luar                            = (2,48 ±0,01) cm
Ketinggian                                             = (2,5 ±0,01) cm
Kedalaman                                = (1,45 ±0,01) cm
Volume luar                              = π r2 t = 3,14 . (1,24)2 . 2,5 = 12,07 cm3
Volume dalam                           = π r2 t = 3,14 . (0,5005)2 . 1,45 = 1,14 cm3
Volume total                             = Volume luar – Volume dalam
                                                   = (12,07 – 1,14)
                                                   = 10,93
gr.m/s2

·       Volume Silinder Pejal
Diameter                                   = (1,98 ± 0,01) cm
Tinggi                                        = (3,51 ± 0,01) cm
Volume                                      = π r2 t = 3,14 . (0,99)2 . 3,51 = 10,8 cm3
gr.m/s2

·       Volume Kubus
Sisi                                            = (2,1 ± 0,01) cm
Volume                                      =  s3 = (2,1)3 = 9,261 cm3
gr.m/s2
·       Volume silinder berongga berpengait
Diameter dalam                        = (0,890 ± 0,01) cm
Diameter luar                            = (2,840 ± 0,01) cm
Ketinggian                                 = (2,1 ±0,01) cm
Kedalaman                                = (1,45 ±0,01) cm
Volume luar                              = π r2 t = 3,14 . (1,42)2 . 2,1 = 13,29 cm3
Volume dalam                           = π r2 t = 3,14 . (0,445)2 . 1,45 = 0,9 cm3
Volume total                             = Volume luar – Volume dalam
                                                   = (13,29 – 0,9)
                                                   = 12,39
gr.m/s2

·       Volume silinder pejal berpengait
Diameter                                   = (2,49 ± 0,01) cm
Tinggi                                        = (2,276 ± 0,01) cm
Volume                                      = π r2 t = 3,14 . (1,245)2 . 2,276 = 11,07 cm3
gr.m/s2

·     Penghitungan menggunakan grafik
Grafik W-W' terhadap volume (Excel)
V.              Analisis Data
Dari data hasil percobaan 1 di dapat volume silinder berongga yang diukur dengan menggunakan jangka sorong (10,951 ± 0,09)  dan dengan menggunakan hukum Archimedes  , hasil yang didapatkan dengan 2 cara yang berbeda ini relatif sama. Pada percobaan 2 massa jenis air, minyak goreng, gliserin dan spirtus yang diukur menggunakan aerometer berurutan adalah (0,980 ± 0,0025) gr/cm3, (0,950 ± 0,0025) gr/cm3, (1,24 ± 0,0025) gr/cm3, (0,805 ± 0,0025) gr/cm3. sedangkan pengukuran menggunakan hukum archimedes adalah (1,01 ± 0,0025) gr/cm3, (0,989 ± 0,0025) gr/cm3, (1,24 ± 0,0025) gr/cm3, (0,796 ± 0,0025) gr/cm3. Sama halnya dengan percobaan 1 Pengukuran menggunakan 2 metode yang berbeda ternyata menghasilkan nilai yang tidak jauh berbeda.
Dengan menggunakan grafik hubungan W-W' terhadap ρ kita dapat mencari volume, pengukuran benda menggunakan jangka sorong adalah (10,951 ± 0,09 ) cm3 sedangkan menggunakan grafik adalah (1,34 ± 0,0038) cm3 kita bisa melihat bahwa hasilnya tidak jauh berbeda.


VI.            Kesimpulan
Percobaan 1
Volume silinder berongga dengan menggunakan jangka sorong:
V  
Volume silinder dengan menggunakan Hukum Archimedes:
V= (11,34 ± 0,0038 )   cm3

Percobaan 2
    Massa jenis zat cair dengan menggunakan Aerometer:
Air                   : (0,980 ± 0,0025) gr/cm3
Minyak           : (0,950 ± 0,0025) gr/cm3
Gliserin           : (1,24 ± 0,0025) gr/cm3
Spirtus            : (0,840 ± 0,0025) gr/cm3
    Massa jenis zat cair dengan menggunakan Hukum Arcimedes:
Air                   : (1,01 ± 0,0025) gr/cm3
Minyak           : (0,989 ± 0,0025) gr/cm3
Gliserin           : (1,24 ± 0,0025) gr/cm3
Spirtus            : (0,796 ± 0,0025) gr/cm3
    Dengan menggunakan grafik W-W' terhadap ρ kita bisa mencari volume dan hasilnya adalah (10,13 ± 1,7) cm3

Percobaan 3
    Massa jenis fluida dengan menggunakan Aerometer:
(0,980 ± 0,0025) gr/cm3






A.    Lampiran










                      









CONTOH MAKALAH EFD 1 ARCHIMEDES
Sumber : buku-buku upi


I.                 PENDAHULUAN
a.      Tujuan praktikum:
Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair berdasarkan hukum Archiides.
b.     Landasan Teori
Massa jenis merupakan suatu harga yang menunjukkan perbandingan antara massa tiap satu satuan volume. Dalam ekspresi matematika, perbandingantersebut adalah :
Keterangan:
)
)

Hukum archimides berbunyi, “setiap benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya kedalam fluida, akan mendapat gaya keatas sebesar berat fluida yang dipindahkan benda itu”. Dalam ekspresi matematika hukum archimides dapat ditulis:
Keterangan:

      Kita dapat menurunkan hukum archimides tersebut untuk menentukan massa jenis benda, dalam ekspresi matematika ditulis sebagai berikut:

Keterangan:

II.               PROSUDUR PERCOBAAN
a.      Alat dan Bahan
1.     Jangka sorong .
2.     Beaker glass(4 buah).
3.     Slinder berrongga, berpengait, pejal.
4.     Kubus materi.
5.     Neraca ohauss.
6.     Lup.
7.     Gelas ukur(4 buah).
8.     Aerometer.
9.     Air, minyak goreng, spritus, gliserin.

b.     Prosuudur percobaan
Percobaan I:
1.     Menyediakan alat dan bahan.
2.     Mengkalibrasi semua alat ukur yang akan digunakan.
3.     Menggunakan lup, agar pengamatan yang dilakukan lebih cermat, perhatiksn posisi pengamatan.
4.     Mengukur diameter luar, diameter dalam, tinggi silinder berongga, kedalaman silinder berongga dengan menggunakan jangka sorong (masing-masing 5 kali pengukuran).
5.     Mengukur massa jenis air dengan menggunakan aerometer untuk satu kali pengukuran.
6.     Menimbang berat silinder di udara dan di dalam zat cair dengan menggunakan neraca ohauss (masing-masing 5 pengukuran).
7.     Membersihkan semua alat yang telah digunakan.

Percobaan II:
1.     Menyediakan alat dan bahan.
2.     Memperhatikan skala nol alat ukur sebelum digunakan.
3.     Menggunakan lup agar pemnagamatan lebih cermat, dan memperhatikan posisi pengamatan.
4.     Memasukan zat cair dalam gelas ukur, menggunakan gelas ukur yang berbeda untuk setiap zat cair yang digunakan.
5.     Mengukur massa jenis tiap zat cair yang tersedia dengan menggunakan aerometer. Membersihkan aerometer setelah digunakan pada setiap gelas dengan zat cair yang berbeda.
6.     Menghitung volume benda yang akan digunakan dengan jangka sorong.
7.     Menimbang  massa benda di udara dan di dalam zat cair dengan menggunakan neraca ohauss.
8.     Membersihkan benda dan menggunakan beaker glass yang berbeda untuk setiap zat cair yang berbeda.
9.     Melakukan langkah 2-7 untuk sejumlah zat cair yang tersedia.
10.  Membersihkan semua alat yang digunakan
Percobaan III:
1.     Menyediakan alat dan bahan.
2.     Menyediakan juga macam-macam benda homogen yang bentuknya berbeda-beda tapi terbuat dari jenis bahan yang sama ( sama).
3.     Menghitung masing-masing volume dari benda yang digunakan dengan menggunakan jangka sorong.
4.     Mengukur massa jenis fluida yang digunakan dengan aerometer.
5.     Menimbang berat benda di udara (W) dan dalam zat cair (W’) (masing-masing 5 kali pengukuran).
6.     Membersihkan semua alat yang telah digunakan.




III.             DATA PERCOBAAN
Parameter
Sebelum eksperimen
Sesudah eksperimen
Temperatur(
Tekanan udara(
68,52 cm hg
68,52 cm hg

a.      Percobaan pertama: menentukan volume slinder berongga.

b.     Percobaan kedua: menentukan massa jenis zat cair melalui hukum Archimedes
c.      Percobaan 3: Menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki hubungan antara (W-W’) dan volume benda.
Massa benda di udara(gr)

Massa benda di dalam fluida(gr)
IV.            Pengolahan Data
a.      Percobaan pertama : menentukan volume slinder berongga


Ketidakpastian volume benda dengan menggunakan jangka sorong
∆V=
Jadi volume benda yang yang pengukurannya menggunakan jangka sorong adalah
Menghitung volume menggunakan hukum Archimedes
FA = W - W' …………… (1)           FA = V ρf g ……………..(2)
Substitusi persamaan 1 dan 2
V =  =
Ketidakpastian hukum Archimedes
∆FA=
Gaya Archimedes adalah Fa = (109,65 ± 0,42 ) gr.m/s3
Jadi, volume benda menggunakan hukum Archimedes adalah 
FA = V ρf g
V =  =  
=  =  = 11,34 cm3
Ketidakpastian volume benda dengan menggunakan hukum Archimedes
∆v = ( + (  
∆v = | |  + (  
 =

Volume benda menggunakan jangka sorong
Volume benda menggunakan Hk Archimedes





b.     Percobaan2: Menentukan massa jenis zat cair dengan hukum Archimedes
Volume benda silinder berongga :

·       Massa jenis air
·       Massa jenis minyak goreng

·       Massa jenis spirtus
·       Massa jenis gliserin
·  
·  


Jenis Fluida

Air

Minyak Goreng

Gliserin

Spirtus


2


Silinder Pejal
86.24


429.54

86.91
86.24
84.82
85.33


3


Kubus
84.38


421.44
84.39
84.29
84.29
84.09
4
Silinder berongga berpengait
120.41
601.18

120.42
120.21
120.12
120.02
5
Silinder pejal berpengait
114.79
572.76

118.05
113.11
112.71
114.1

·       Perhitungan menggunakan grafik
Grafik W-W' terhadap = f(ρf) (excel)

c.      Percobaan 3: Menentukan massa jenis fluida dengan menyelidiki hubungan antara (W-W’) dan volume benda.


·       Volume Silinder Berongga      
Diameter dalam                        = (1,001 ± 0,01) cm
Diameter luar                            = (2,48 ±0,01) cm
Ketinggian                                             = (2,5 ±0,01) cm
Kedalaman                                = (1,45 ±0,01) cm
Volume luar                              = π r2 t = 3,14 . (1,24)2 . 2,5 = 12,07 cm3
Volume dalam                           = π r2 t = 3,14 . (0,5005)2 . 1,45 = 1,14 cm3
Volume total                             = Volume luar – Volume dalam
                                                   = (12,07 – 1,14)
                                                   = 10,93
gr.m/s2

·       Volume Silinder Pejal
Diameter                                   = (1,98 ± 0,01) cm
Tinggi                                        = (3,51 ± 0,01) cm
Volume                                      = π r2 t = 3,14 . (0,99)2 . 3,51 = 10,8 cm3
gr.m/s2

·       Volume Kubus
Sisi                                            = (2,1 ± 0,01) cm
Volume                                      =  s3 = (2,1)3 = 9,261 cm3
gr.m/s2
·       Volume silinder berongga berpengait
Diameter dalam                        = (0,890 ± 0,01) cm
Diameter luar                            = (2,840 ± 0,01) cm
Ketinggian                                 = (2,1 ±0,01) cm
Kedalaman                                = (1,45 ±0,01) cm
Volume luar                              = π r2 t = 3,14 . (1,42)2 . 2,1 = 13,29 cm3
Volume dalam                           = π r2 t = 3,14 . (0,445)2 . 1,45 = 0,9 cm3
Volume total                             = Volume luar – Volume dalam
                                                   = (13,29 – 0,9)
                                                   = 12,39
gr.m/s2

·       Volume silinder pejal berpengait
Diameter                                   = (2,49 ± 0,01) cm
Tinggi                                        = (2,276 ± 0,01) cm
Volume                                      = π r2 t = 3,14 . (1,245)2 . 2,276 = 11,07 cm3
gr.m/s2

·     Penghitungan menggunakan grafik
Grafik W-W' terhadap volume (Excel)

V.              Analisis Data
Dari data hasil percobaan 1 di dapat volume silinder berongga yang diukur dengan menggunakan jangka sorong (10,951 ± 0,09)  dan dengan menggunakan hukum Archimedes  , hasil yang didapatkan dengan 2 cara yang berbeda ini relatif sama. Pada percobaan 2 massa jenis air, minyak goreng, gliserin dan spirtus yang diukur menggunakan aerometer berurutan adalah (0,980 ± 0,0025) gr/cm3, (0,950 ± 0,0025) gr/cm3, (1,24 ± 0,0025) gr/cm3, (0,805 ± 0,0025) gr/cm3. sedangkan pengukuran menggunakan hukum archimedes adalah (1,01 ± 0,0025) gr/cm3, (0,989 ± 0,0025) gr/cm3, (1,24 ± 0,0025) gr/cm3, (0,796 ± 0,0025) gr/cm3. Sama halnya dengan percobaan 1 Pengukuran menggunakan 2 metode yang berbeda ternyata menghasilkan nilai yang tidak jauh berbeda.
Dengan menggunakan grafik hubungan W-W' terhadap ρ kita dapat mencari volume, pengukuran benda menggunakan jangka sorong adalah (10,951 ± 0,09 ) cm3 sedangkan menggunakan grafik adalah (1,34 ± 0,0038) cm3 kita bisa melihat bahwa hasilnya tidak jauh berbeda.


VI.            Kesimpulan
Percobaan 1
Volume silinder berongga dengan menggunakan jangka sorong:
V  
Volume silinder dengan menggunakan Hukum Archimedes:
V= 

Percobaan 2
    Massa jenis zat cair dengan menggunakan Aerometer:
Air                   : 
Minyak           :
Gliserin           : 
Spirtus            : 
    Massa jenis zat cair dengan menggunakan Hukum Arcimedes:
Air                   : 
Minyak           : 
Gliserin           : 
Spirtus            : 
    Dengan menggunakan grafik W-W' terhadap ρ kita bisa mencari volume dan hasilnya adalah 

Percobaan 3
    Massa jenis fluida dengan menggunakan Aerometer:






A.    

Tags:
If you found this post helpful. Share, Subscribe or Read Related Articles.

Get Updates

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

Share This Post

Related posts

1 comment:

Copyright © 2013 Secerca ilmu. Bloggerized byOzynetwork converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top